aku tak punya banyak kenangan denganmu, hanya beberapa. tapi "beberapa" itu benar-benar bisa membuatku terlempar ke masa lalu aku juga sudah berani melewati jembatan kayu di antara tebing-tebing tinggi, melewati masa-masa sulit saat belajar melupakanmu, kamu tau di mana sulitnya? hahaha, lucunya lebih mudah melupakan orang yang bertahun-tahun hidup denganku dibanding orang yang hanya beberapa bulan bersamaku, itu adalah letak sulitnya, dan kamu lah orang sulit ku lupakan itu wahai tuan yang namanya enggan ku tuliskan di catatan ini. ~ aku takut sekali berhadapan dengan rindu, itu lah sebabnya aku mengisi waktu kosong dengan menyelesaikan drama-drama, yang tujuannya hanya agar aku tidak teringat kamu, itu saja. tapi hari ini, entah angin apa yang membawamu bayanganmu melambung-lambung di kepalaku, membawa setetes rindu yang membuatku haus akan balasan perasaanmu. menyedihkan, bahkan lagu banda neira juga mengalun berpura-pura menjadi soundtrack dari kisah cintaku, padah...
dulu, dulu sekali, aku sengaja membangun tembok tinggi, menutup semua sumber dari segala luka yang mungkin akan disebabkan karena perasaan yang terlalu besar ke kamu. diam pura-pura tak peduli acuh buang muka dan tak boleh ada seorangpun tau kalau aku sedang membangun tembok tinggi dan beberapa bulan lalu, aku menghancurkan tembok itu sampai runtuh, berkeping-keping. bodohnya aku. dan luka yang aku takutkan itu akhirnya terjadi aku terluka hingga menembus ke jantung sakit hingga paru-paru terasa tak berfungsi sakitnya tak terkira tak bisa dijelaskan dengan apa yang logika mampu jelaskan tapi kemudian aku bangkit, membangun tembok tinggi lagi menutup setiap celah yang mungkin aku merobek arteri namun kadang, ada serangga-serangga kecil, mencoba menggerogoti tiap lapisan tembok yang ku buat satu dua kali, bisa ku lawan. tapi kali ini ada yang lebih ku khawatirkan, aku dan kamu (mungkin) akan bertemu lagi, ketakutanku tak karuan sekarang, ingin menolak...